Jumat, 07 Mei 2021

 

Nama  : TRIPA ANDIKA

NIM   : 8020190265

Kelas : 02PT4

 

Jenis Tampilan Tabel pada kasus-kasus berikut :

1. Jumlah penjualan yang diperinci berdasarkan : 

·         Berdasarkan Jenis barang agar supaya  bisa diketahui jenis barang mana yang menunjukan tren naik, dan mana yang menurun.

(Tabel Satu Arah)

Jenis Barang

Jumlah Barang

Mouse Gaming

399

Meja Computer

250

Keyboard

299

Keyboard Wireless

200

Jumlah

1.148

 

·         Berdasarkan daerah penjualan, agar bisa diketahui daerah mana yang memberikan hasil penjualan yang tinggi/terbesar.

(Tabel Satu Arah)

Daerah

Jumlah

Samarinda

170

Medan

155

Kupang

190

Jambi

200

Jumlah

715

 

2. Jumlah pengangguran diperinci berdasarkan :

·         Berdasarkan keahlian dan pendidikan. 

(Tabel Dua Arah)

 

Pendidikan

Keahlian

Badminton

Voli

Sepak Bola

SMP

14

20

18

SMA

10

18

10

D3

11

18

15

S1

11

15

17

Jumlah

46

71

60

·         Berdasarkan umur, keahlian dan daerah asal. 

(Tabel Tiga Arah)

 

Umur

Badminton

Sepak Bola

Jambi

Medan

Jambi

Medan

14 - 20 Th

30

30

45

36

21 – 30 Th

20

10

15

20

31 – 39 Th

17

5

32

35

40 Th+

9

40

10

45

Jumlah

76

85

102

136

 

 

3. Jumlah Kredit perbankan yang diperinci berdasarkan :

·         Berdasarkan jenis kredit.

(Tabel Satu Arah)

Jenis Kredit

Jumlah

Mobil Usaha

20

Mobil Dinas

15

Mobil Pribadi

30

Jumlah

65

  

·         Berdasarkan Jenis kredit dan bank yang memberikannya.

(Tabel Dua Arah)

 

Jenis Kredit

Bank

 

BRI

 

BCA

 

BNI

Modal Usaha

10

20

19

Pembelian Tanah

20

15

13

Pembelian Rumah

15

17

12

Mobil Pribadi

11

10

10

Jumlah

56

62

54

 

 

 

SAMPLING MENURUT PARA AHLI

 

 

Rumus Sampling menurut Ahli Indonesia :

1.    Rumus slovin menurut Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd.

Menurut Sugiyono (2014:116) definisi sampel yaitu sebagai berikut:

“Sampel merupakan bagian dari jumlah dan ciri khas yang dimiliki oleh populasi tersebut.”

Pengukuran sampel ialah suatu langkah dalam menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan sebuah penelitian.

Selain itu juga harus diperhatikan bahwa sampel yang dipilih menunjukkan karakteristik populasi sehingga akan terlihat dalam sampel yang kita pilih, dengan kata lain, sampel harus bisa menggambarkan keadaan populasi yang sebenarny.

Nah, untuk menghitung penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu, maka digunakan rumus Slovin, yakni sebagai berikut:

Keterangan :

N = Jumlah sampel
N =Jumlah populasi
e2= Taraf nyata atau batas kesalahan

Untuk menentukan jumlah sampel yang hendak dipilih, penulis harus menggunakan tingkat kesalahan sebesar 5%, karena dalam setiap melakukan penelitian tidak mungkin hasilnya sempurna 100%, makin besar tingkat kesalahannya maka semakin sedikit ukuran sampel tersebut.

Jumlah populasi sebagai dasar perhitungan yang sering kali digunakan adalah 30 orang, dengan perhitungan seperti berikut ini:

Berdasarkan rumus di atas bisa dihitung sampel dari populasi berjumlah 30 orang dengan jumlah kesalahan 5%, maka sampel 28 responden.

Notasi rumus slovin

ari notasi diatas, n adalah jumlah sampel minimal, nilai N adalah populasi sedangkan nilai e adalah error margin. Berangkat dari ide perihal margin error inilah mungkin sang pencipta dari rumus ini memberikan kesempatan kepada para peneliti untuk menetapkan besar sampel minimal berdasarkan tingkat kesalahan atau margin of error.

Misalnya sebuah penelitian dengan derajat kepercayaan 95%, maka tingkat kesalahan adalah 5%. Sehingga peneliti dapat menentukan batas minimal sampel yang dapat memenuhi syarat margin of error 5% dengan memasukkan margin error tersebut ke dalam formula atau rumus slovin.

Contoh Cara Hitung Rumus Slovin

Berdasarkan notasi rumus besar sampel penelitian minimal oleh Slovin diatas, maka apabila kita punya 1.000 orang dalam sebuah populasi, kita bisa tentukan minimal sampel yang akan diteliti. Margin of error yang ditetapkan adalah 5% atau 0,05.

Perhitungannya adalah:

n = N / (1 + (N x e²))

Sehingga: n = 1000 / (1 + (1000 x 0,05²))

n = 1000 / (1 + (1000 x 0,0025))

n = 1000 / (1 + 2,5)

n = 1000 / 3,5

n = 285,7143

Apabila dibulatkan maka besar sampel minimal dari 1000 populasi pada margin of error 5% adalah sebesar 286.

 2.  Rumus slovin menurut Dr. Drs. Husein Umar MBA, M.M., S.E.

Misalnya dalam buku yang ditulis oleh Husein Umar (2004) tidak diperoleh suatu keterangan mengenai:

(1) Apakah rumus Slovin ditujukan untuk penelitian yang mengukur ratarata, total, proporsi populasi, atau yang lainnya.

(2) Berapa besar a yang digunakan, sehingga kita tidak bisa mengetahui tingkat keandalan dari rumus tersebut.

(3) Keragaman populasi yang bagaimana dan berapa besarnya yang dimasukan dalam rumus tersebut, apakah varians (s2) atau P(1-P).

(4) Rumus tersebut hanya memberi kesempatan kepada pemakainya untuk memasukan nilai galat pendugaan yang bisa ditolelir (d). Agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, penulis mulai dengan mencoba beberapa rumus umum (generik) untuk menentukan ukuran sampel, kemudian mengkomparasikannya dengan rumus Slovin. Lebih rinci mengenai asal muasal rumus Slovin itu, bisa dilihat dengan mencermati persamaan-persamaan berikut ini :


Dari penurunan rumus generik di atas, dihasilkan sebuah persamaan yang persis sama dengan rumus Slovin. Sehingga dengan mencermati persamaan-persamaan matematis tersebut, dapat diketahui beberapa keterangan mengenai rumus Slovin yaitu: (1) Rumus Slovin dapat dipakai untuk menentukan ukuran sampel, hanya jika penelitian bertujuan untuk yang menduga proporsi populasi. (2) Asumsi tingkat keandalan 95%, karena menggunakan alfa=0,05, sehingga diperoleh nilai Z=1,96 yang kemudian dibulatkan menjadi Z=2. (3) Asumsi keragaman populasi yang dimasukan dalam perhitungan adalah P(1-P), dimana P=0,5. (4) Nilai galat pendugaan (d) didasarkan atas pertimbangan peneliti.

 

Rumus Sampling menurut Ahli Luar

1 . Menurut ahli luar dengan rumus (Cochran,W.G.1977)

    

Cochran, W. G. (1977), dalam bukunya berjudul “Sampling techniques” edisi ke 3 menjelaskan suatu formula sampling yang dapat anda jadikan referensi. Cochran membagi 2 teknik menentukan sampel berdasarkan data populasi yang bersifat kontinu dan bersifat kategori.

 

Formula Cochran untuk data kategori : 



dimana:

n = ukuran sampel yang akan kita cari

z = nilai tabel z ( tabel distribusi normal) pada tingkat kepercayaan tertentu. 

p = proporsi kategori dari total seluruh kategori. Nilainya berupa nilai desimal antara 0-1, misal 0.5, 0.2, dst.

q = proporsi kategori lain selain p yang juga dituliskan sebagai (1-p)

e = margin error

 

Contoh :

katakan kita ingin mengevaluasi program penyuluhan yang mengajak petani untuk menggunakan metode baru. Anggaplah populasinya besar tetapi kita tidak tahu persentase dari penerimaan metode baru tersebut. Oleh karena itu, kita berasumsi tingkat penerimaannya 50:50 atau p = 0,5. Selanjutnya kita pilih α = 0,05 dan keakuratan 5% . Jumlah sampel yang diperlukan adalah sebagai berikut:


Formula Cochran :       



n = ukuran sampel yang akan dicari

z = nilai z berdasarkan pada alpha tertentu, lihat tabel z

s = standard deviasi dari populasi, dan

e = margin error

 

2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)
   

 N = L / F^2 + u + 1

Keterangan :
N    = Ukuran sampel
F^2 = Effect Size
u     = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L     = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel


Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1

Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76

maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel

N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

 

 

Sumber :

https://hardiansyah--8020180055.blogspot.com/2020/04/blog-post_8.html

https://adiwahyudi310.wordpress.com/sampling-menurut-para-ahli/

 

  Nama  : TRIPA ANDIKA NIM   : 8020190265 Kelas : 02PT4   Jenis Tampilan Tabel pada kasus-kasus berikut : 1. Jumlah penjualan yang...